Suka Duka Relawan Vaksin: Didatangi Warga Yang Marah Karena Tidak Mau Vaksin

44

LAMONGAN, LAMONGANNEWS.COM; Vaksinasi di Kabupaten Lamongan beberapa hari terakhir ini digenjot untuk mengejar herd immunity sesuai dengan arahan pemerintah, tak terkecuali di wilayah Kecamatan Karanggeneng khususnya Desa Sumberwudi. Setelah beberapa kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan di lembaga pendidikan dan balai desa, pelaksanaan vaksinasi dilakukan dengan cara mendatangi rumah-rumah warga (door to door).

Kegiatan yang dilaksanakan setiap hari dalam waktu satu minggu terakhir ini sangat berhasil untuk meningkatkan capaian vaksinasi terutama untuk golongan lansia dan disabilitas. Namun, dibalik itu semua ada relawan-relawan yang begitu bersemangat untuk memberikan edukasi terhadap warga tentang arti pentingnya vaksin dalam masa pandemi seperti ini.

Salah satunya Sri Nuriyati (35), yang setiap hari bersama teman-temannya mendatangi rumah-rumah warga untuk mendata anggota keluarga yang belum menerima vaksin serta memberikan penjelasan agar segera mendaftarkan diri sebagai calon penerima vaksin.

“Beberapa warga ada yang masih belum bisa memahami tentang arti pentingnya vaksin saat ada wabah seperti ini. Sangat disayangkan setelah hampir 2 tahun virus Covid-19 ini bersemayam di Indonesia namun masih banyak masyarakat yang tidak percaya dengan virus ini,” terang Sri Nuriyati kepada Lamongannews.com, Rabu (6/10/2021).

Dia menambahkan, beberapa penyebab yang membuat warga tidak mau divaksin dikarenakan kurangnya informasi Covid-19, banyaknya beredar berita hoax, dan pengaruh lingkungan. Dampak yang ditimbulkan dari menolaknya vaksin Covid-19 bagi individu sangat beresiko untuk tertular dan menularkan, mengalami gejala yang lebih parah saat terpapar, dan yang paling parahnya semakin tinggi mengalami resiko kematian. Tidak hanya bagi individu namun bisa berdampak terhadap lingkungan juga seperti berpotensi memperpanjang berlangsungnya pandemi ini.

Di Desa Sumberwudi, relawan gerilya vaksinasi berasal dari kader posyandu desa dan anggota Pokja PKMM-CBA LPBI NU Desa Sumberwudi. Mereka bersinergi dengan Puskesmas Karanggeneng sebagai vaksinator dan Satgas Covid-19 desa setempat. Sebagai relawan mereka dituntut untuk memiliki banyak kesabaran karena yang didatangi ke rumahnya ada beberapa yang menolak dengan keras.

“Kita yang bisa dibilang (relawan) non nakes dan nakesnya memberikan pemahaman untuk masyarakat bahwa vaksin itu tidak bakal kenapa-kenapa kok. Ada efek setelah vaksin iya, seperti demam dan mungkin ngantuk. Tetapi kita beri pemahaman bahwa itu tidak apa-apa dan tidak akan berlangsung lama,” sambung dia.

Sementara itu, Alda Ainatin Zahro (23) salah satu anggota relawan dari Pokja PKMM-CBA LPBI NU Desa Sumberwudi senada dengan Sri Nuriyati. Dia menambahkan, beberapa warga masyarakat yang belum bisa memahami vaksinasi terkadang membuat opini yang salah untuk membenarkan pandangannya yang menolak divaksin.

“Ada yang sempat mendatangi relawan dengan marah-marah, menuding apa yang kita lakukan ini salah. Saya juga heran kok masih ada masyarakat yang menolak keras untuk divaksin,” kata Alda sembari tertawa.

Remaja yang juga masih tercatat sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Lamongan tersebut menjelaskan, bahwa pemerintah melalui Perpres No. 14 Tahun 2021 tentang Pengadaan Vaksin Covid-19, Pemerintah dengan tegas menyatakan akan memberikan sanksi bagi individu yang tidak mengikuti vaksinasi Covid-19. Sebab, vaksinasi menjadi suatu hal yang wajib dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19 demi terciptanya Herd Immunity agar Indonesia kembali pulih seperti sedia kala. Selain sanksi administratif, terdapat sanksi pidana bagi setiap orang yang telah ditetapkan sebagai sasaran penerima vaksin namun tidak menjalankan vaksin.

“Di tengah pandemi seperti ini pastinya masyarakat sudah tidak asing lagi tentang vaksinasi. Vaksin adalah sejenis produk yang dibuat untuk pencegahan di bidang medis dan vaksinasi ini sendiri dianggap sebagai terobosan yang ajaib karena dapat menyelamatkan nyawa seseorang,” terang Alda.

Saat ini satu dunia sedang dilanda oleh virus Covid-19 dan pemerintah sendiri telah menetapkan bahwa ini sebagai bencana non-alam. Akibat dari virus ini banyak merenggut nyawa manusia oleh karena itu, pemerintah dengan sigap mengadakan vaksinasi. Namun, sayangnya masih ada sekelompok masyarakat yang tidak percaya tentang anjuran dari pemerintah tersebut.

“Bergantung kepada kita, manusia yang cukup memenuhi kriteria untuk di vaksin. Pemerintah sudah memfasilitasi semaksimal mungkin dan tanpa dipungut biaya sepeser pun jadi sebaiknya kita gunakan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.(omdik)